Renja Diskoperindag

  • Dibaca: 735 Pengunjung

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU

 

2.1    Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD

Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klungkung melaksanakan 3 (tiga) bidang urusan yaitu urusan wajib Bidang Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, urusan pilihan Bidang Urusan Perdagangan dan Bidang Urusan Industri. Tiga Bidang Urusan di Dinas Koperasi, UKM, Perindag Pada Tahun 2016 dilaksanakan dalam 11 Program dan 28 Kegiatan. Bidang Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah pada Tahun 2016 dilaksanakan dalam 5 Program dan 21 Kegiatan dan alokasi anggaran belanja langsung sebesar Rp. 2.501.873.618,00, Bidang Urusan Perdagangan pada Tahun 2016 dilaksanakan dalam 4 Program dan 5 Kegiatan dengan alokasi anggaran sebesar Rp 8.733.807.930,- sedangkan Bidang Urusan Industri pada Tahun 2016 dilaksanakan dalam 2 Program dan 2 Kegiatan dengan alokasi anggaran sebesar Rp 263.604.135,-. Di tahun 2016 Dinas Koperasi, UKM, Perindag merencanakan beberapa target sesuai dengan Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Koperasi, UKM, Perindag 2013-2018. Sumber daya manusia serta ketersediaan sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor penting pencapaian di tahun rencana. Sementara sebagai evaluasi atas pelaksanaan kinerja dari target Kinerja di tahun 2015 maka dapat disimpulkan beberapa pokok-pokok materi antara lain :

1.  Realisasi programdan kegiatan yang tidak memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan.

2. Realisasi program/kegiatan yang memenuhitarget kinerja hasil/keluaran yang direncanakan.

3.  Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya, terpenuhinya atau melebihi target kinerja program/kegiatan

4.  Implikasi yang timbul terhadap target capaian program Renstra SKPD

5.  Kebijakan/tindakan perencanaan dan penganggaran yang perlu diambil untuk mengatasi faktor-faktor penyebab tersebut.

Pokok-pokok materi tersebut dijabarkan dari Tabel Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja SKPD Dinas Koperasi, UKM, Perindag dan Pencapaian Renstra SKPD Dinas Koperasi, UKM, Perindag Tahun 2015 Kabupaten Klungkung yang tercantum dalam tabel 2.1

 

 

 

 

 

Dari hasil evaluasi terhadap tabel 2.1 diatas maka dapat disimpulkan beberapa pokok-pokok materi antara lain :

1.       Realisasi program yang tidak memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan terdiri dari 3Program dan 8 Kegiatan yaitu:

3  Program:

1. Program Peningkatan disiplin aparaturdengan kegiatan Pengadaan pakaian dinas dengan perlengkapannya.

2.  Program Peningkatan Kwalitas Kelembagaan Koperasi pada Kegiatan Koordinasi pelaksanaan kebijakan dan program pembangunan koperasi dan Kegiatan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan.

3.  Program Pembinaan pedagang kakilima dan asongan dengan kegiatan Penataan tempat berusaha bagi pedagang kakilima dan asongan.

4.  Kagiatan Penyediaan makanan dan minuman

5. Kagiatan Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah.

6.  Kagiatan Pemantauan pengelolaan penggunaan dana Pemerintah bagi Usaha Mikro Kecil Menengah.

7.  Kagiatan Pengembangan kebijkan dan program peningkatan ekonomi lokal.

 

 

 

2.       Realisasi program yang telah memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan terdiri dari 7 Program dan 17 Kegiatan yaitu :

7   Program:

1. Program Pelayan Administrasi Perkantoran

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

3. Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi Mikro Kecil Menengah

4. Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan

5. Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor

6.  Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri

7.  Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah

17             Kegiatan :

1.   Kegiatan Penyediaan Jasa Komunikasi Sumber Daya Air dan Listrik

2.   Kegiatan Penyediaan jasa administrasi keuangan

3.   Kegiatan Penyediaan Alat Tulis Kantor

4.   Kegiatan Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan

5.   Kegiatan Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor

6.   Kegiatan Penyediaan peralatan rumah tangga

7.   Kegiatan Penyediaan bahan logistik kantor

8.    Kegiatan Penyediaan Jasa Tenaga Pendukung Administrasi/Teknis Perkantoran

9.   Kegiatan Pengadaan peralatan gedung kantor

10. Kegiatan Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor

11. Kegiatan Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional

12. Kegiatan Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor

13. Kegiatan Penyelenggaraan Promosi Produk Usaha Mikro Kecil menengah

14. Kegiatan Peningkatan Pengawasan Peredaran Barang dan Jasa  

15. Kegiatan Koordinasi Program Pengembangan Ekspor dengan Instansi Terkait/Asosiasi/Pengusaha

16. Kegiatan Peningkatan Sistem dan Jaringan Informasi Perdagangan

17. Kegiatan Pembinaan Industri Kecil dan Menengah Dalam Memperkuat Jaringan Klaster Industri

3.       Faktor-faktor penyebab tidak tercapainyadanterpenuhinya kinerja program/kegiatan yaitu meliputi beberapa faktor :

1. Tidak terlaksananya rapat sataf lengkap untuk evaluasi kegiatan sebanyak 3 kali, karena kesibukan pimpinan.

2. Tidak terlaksananya perjalanan dinas keluar daerah Bali tidak terlaksana, karena adanya pembatasan/efisiensi perjalanan dinas.

3. Pengadaan pakaian endek untuk 91 orang tidak terselenggara.

4. Satu dari tiga paket kegiatan fisik pasar tidak terselenggara/terlaksana yaitu pemasangan palang pintu elektornik karena gagal tender.

4.       Kebijakan/tindakan perencanaan dan penganggaran yang perlu diambil untuk mengatasi faktor-faktor penyebab tersebut yaitu meliputi :

1. Mempercepat proses pengadaan barang dan jasa

2. Melaksanakan tahapan kegiatan sesuai dengan target yang telah ditetapkan per triwulan.

3. Melakukan Evaluasi Pencapaian Target Kinerja setiap Triwulan

 

2.2.   Analisis Kinerja Pelayanan SKPD

  Dalam Program dan kegiatan yang dilaksanakan Diskoperindag Tahun 2015 terdapat capaian kinerja pelayanan yang harus di kaji berdasarkan indikator kinerja yang telah ditetapkan, maupun terhadap IKK sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 6 Tahun 2008(tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, dan Peraturan Pemerintah  Nomor 38 Tahun 2007(tentang pembagian urusan pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota). Jenis indikator yang dikaji disesuaikan dengan tugas dan fungsi masing-masing SKPD serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan kinerja pelayanan. Pada pembahasan Sub Bab ini disajikan tabel analisis pencapaian kinerja pelayanan SKPD Diskoperindag Kab. Klungkung disesuaikan dengan target yang terdapat dalam Renstra Diskoperindag 2013-2018 dan Renja Tahunan Diskoperindag.

 

 

2.3.   Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan fungsi SKPD.

Beberapa permasalahan dan hambatan yang dihadapi Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klungkung dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi adalah sebagai berikut :

1.    Keterampilan pegawai perlu ditingkatkan terutama kemampuan memformulasikan dan mengimplementasikan program-program dalam konteks Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan.

2.    Kapasitas penyelenggaraan Pemerintahan di Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klungkung masih perlu ditingkatkan.

3.    Kapasitas lembaga Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klungkung masih perlu ditingkatkan.

4.    Adanya kesenjangan antara kemampuan anggaran pemerintah daerah dengan banyaknya rencana kegiatan.

 

Dalam Pengembangan pelayanan SKPD perlu dilakukan analisa terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi baik melalui analisis Lingkungan Internal dan Analisis Lingkungan Eksternal, Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD berdasarkan Analisa S.W.O.T. memperlihatkan Analisis Lingkungan Internal dan Ekternal, dapat diuraikan sebagai berikut :

 

Analisis Lingkungan Internal

Berbagai langkah yang telah diupayakan selama ini, diantaranya telah mampu memberikan pondasi-pondasi sebagai kekuatan yang menjadi modal dasar pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klungkung di masa mendatang. Disisi lain, berbagai sisa permasalahan sebagai kelemahan masih melekat pada keberadaan dan fungsi kelembagaan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klungkung yang perlu diantisipasi dalam mendukung keberhasilan atas apa yang akan dicapai dimasa mendatang. Berdasarkan hasil identifikasi, kekuatan dan kelemahan yang dimiliki Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klungkung adalah sebagai berikut:

a. Kekuatan (Strenght)

Modal atau landasan utama yang dapat dimanfaatkan atau dikembangkan di masa mendatang yang terdapat pada sisi kelembagaan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klungkung sebagai suatu kekuatan meliputi:

1. Komitmen pimpinan dan jajaran aparat dalam mewujudkan kinerja pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klungkung, sebagai bagian dari upaya penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih;

2. Telah terjalinnya hubungan kerja dan kerjasama dengan berbagai pihak, baik lembaga pemerintahan maupun non pemerintahan dalam penyelenggaraan perkoperasian, UMKM, perindustrian dan perdagangan.

3.  Jumlah aparatur yang memadai.

4.  Adanya Kelembagaan Dinas Koperasi,Perindustrian dan Perdagangan.

 

b. Kelemahan (Weakness)

Hambatan dan kendala yang terdapat pada Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klungkung yang perlu di antisipasi dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi pada masa mendatang meliputi:

1.  Kompetensi SDM relatif belum memadai. Dalam penyelenggaraan tugas dan kewenangan Bidang Perhubungan, Komunikasi dan Informatika di wilayah Kabupaten Klungkung mendukung atau melaksanakan tugas-tugasnya, sehingga selain jumlah yang memenuhi kebutuhan diperlukan juga kemampuan teknis atau kualitas sumber daya manusia yang memadai. Oleh karena itu selain melalui penambahan jumlah aparatur sebagaimana program Pemerintah, juga perlu dilakukan upaya peningkatan kemampuan dan profesionalisme melalui diklat-diklat dan beasiswa pendidikan formal.

2. Sarana dan prasarana kerja belum memadai. Dukungan fasilitas kerja berupa sarana dan prasarana sangat mendukung kelancaran pelaksanaan tugas, sehingga keterbatasan sarana prasarana kerja sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan kerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu perlu mewujudkan ketersediaan sarana dan prasarana kerja yang memadai.

3.  Keterbatasan dukungan anggaran pembangunan di bidang Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan. Pelayanan sektor Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdaganganmemerlukan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, sehingga untuk mewujudkan fungsi pelayanan dimaksud maka diperlukan dukungan anggaran pembangunan untuk penyediaan sarana dan prasarana dimaksudbaik melalui APBD maupun APBN.

4.  Adanya perbedaan persepsi dan kepentingan dalam penyelenggaraan kewenangan di bidang Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota merupakan hal yang harus diselesaikan bersama.

 

Analisis Lingkungan Eksternal

Berbagai kondisi eksternal yang berkembang turut memberikan pengaruh terhadap keberhasilan penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klungkung. Kondisi eksternal tersebut dapat merupakan suatu peluang maupun ancaman yang dapat mendukung maupun menghambat keberhasilan yang ingin dicapai di masa mendatang. Peluang dan ancaman yang dihadapi Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klungkung meliputi :

a.  Peluang (Opportunity)

Peluang yang mendukung dan dapat dimanfaatkan dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klungkung di masa mendatang adalah sebagai berikut :

1. Dukungan kebijakan maupun pendanaan kegiatan dari Pemerintah Pusat, sebagai faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klungkung;

2.  Posisi geostrategis Kabupaten Klungkung sebagai pusat perdagangan di Wilayah Bali Timur;

3.  Adanya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan prima;

4.  Klungkung menjadi pusat lalu-lintas perniagaan antar Kabupaten dan antar pulau sehingga prospek peluang investasi semakin tinggi dalam mengembangkan perkoperasian, UMKM, industri  dan perdagangan. Hal tersebut membuka peluang percepatan dalam melakukan pengembangan di kawasan Klungkung;

5. Semakin berkembangnya perangkat teknologi informasi dan komunikasi yang berdampak kepada semakin mudahnya mengakses informasi dan komunikasi untuk mengoptimalkan penyelenggaraan pembangunan;

6.  Semakin bertumbuh kembangnya minat dan partisipasi masyarakat luas dalam penyelenggaraan pembangunan, termasuk di bidang perkoperasian, UMKM, industri  dan perdagangan.

 

b.  Ancaman (Treath)

Ancaman yang dapat mengganggu dan menghambat penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klungkung adalah sebagai berikut:

1. Kemampuan daya dukung prasarana jalan rendah, mengakibatkan percepatan distribusi rendah;

2. Kurangnya fasilitas pendukung ;

3. Seringnya terjadinya perubahan produk hukum nasional;

4. Persaingan yang makin ketat pada era globalisasi

5. Cepatnya perkembangan teknologi informasi, mengakibatkan perlunya penyesuaian dan antisipasi yang cepat dan tepat, baik dari sisi SDM dan dukungan sarana/ prasarana;

6. Belum meratanya pelayanan jasa telekomunikasi di daerah pedesaan, mengakibatkan terhambatnya akses dan kelancaran komunikasi serta pertumbuhan perekonomian pedesaan;

 

2.4. Review terhadap Rancangan Awal RKPD

Dalam membandingkan pelaksanaan Renja SKPD Diskoperindag dengan Rancangan Rencana Kerja Pemerintahan Daerah (RKPD) Kabupaten Klungkung Tahun 2015 terdapat beberapa Program dan Kegiatan yang tidak sesuai dengan Perencanaan dalam RKPD, hal tersebut dikarenakan analisa kebutuhan anggaran yang kurang tepat, yaitu terdapat rumusan program dan kegiatan baru yang tidak terdapat dalam Rancangan Awal RKPD atau program dan kegiatan cocok namun besarannya berbeda.

 

2.5.   Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan melaksanakan Program dan Kegiatan tahunan, dalam Program dan Kegiatan tersebut salah satunya berdasarkan usulan para pemangku kepentingan, baik dari kelompok masyarakat terkait langsung dengan pelayanan, dari LSM, Asosiasi-asosiasi, pergutruan tinggi maupun dari usulan SKPD Kabupaten, dan berdasarkan hasil pengumpulan informasi , penelitian lapangan serta pengamatan pelaksanaan Musrenbang Kabupaten.

 

 

BAB III

TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

 

3.1    Telaahan terhadap Kebijakan Nasional

Telaah terhadap kebijakan Nasional dan sebagaimana dimaksud yaitu yang menyangkut arah dan kebijakan dan prioritas pembangunan nasional dan yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi SKPD. Kebijakan Nasional yang terdapat dalam Renstra Kementerian Koperasi dan UKM,  Kementerian Perdagangan  dan Kementerian Perindustrian dapat diuraikan sebagai berikut :

Renstra Kementerian Koperasi dan UKM

Visi Kementerian Koperasi dan UKMTahun adalah Menjadi Kementerian yang Kredibel Guna Mewujudkan Koperasi dan UMKM yang Tangguh dan Mandiri sebagai Soko Guru Perekonomian Nasional. Untuk mencapai visi di atas berikut dijabarkan misi Kementerian Koperasi dan UKM:

a.    Mengimplementasikan good governance (tata kelola pemerintahan yang baik)

b.    Menumbuhkan dan rnengembangkan kewirausahaan Koperasi dan UMKM

c.    Meningkatkan daya saing Koperasi dan UMKM

d.    Mengembangkan pembiayaan dan penjaminan bagi Koperasi dan UMKM

e     Meningkatkan kualitas kelembagaan koperasi dan kesadaran berkoperasi.


Tujuan Kementerian Koperasi dan UKM:

1.       Peningkatan jumlah dan peran Koperasi dan UMKM dalam perekonomian      Nasional melalui :

a.       Meningkatkan jumlah Koperasi yang sehat, kuat dan dipercaya.

b.       Meningkatkan peran dan kontribusi Koperasi dan UMKM dalam     perekonomian Nasional.

2.    Peningkatan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM melalui:

a.       Mengembangkan kebijakan dan program-program pemberdayaan Koperasi dan UMKM berdasarkan hasil kajian.

b.       Meningkatkan kualitas pengelolaan dan keterampilan 5DM Koperasi dan UMKM.

3.    Peningkatan Daya Saing Produk Koperasi dan UKM melalui Meningkatkan kemampuan Koperasi dan UKM  dalam mengembangkan produk-produk kreatif, inovatif, berkualitas dan berdaya saing.

4.    Peningkatan Pemasaran Produk Koperasi dan UKM melalui Meningkatkan kelembagaan dan jaringan pemasaran serta pangsa pasar produk Koperasi dan UKM.

5.    Meningkatkan Akses Pembiayaan dan Penjaminan Koperasi dan UMKM melalui  Penyediaan skema dan memperluas akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan Koperasi dan UMKM.

6.    Pengembangan Wirausaha Koperasi dan UMKM baru melalui

a.       Menumbuhkan wirausaha baru yang inovatif.

b.       Meningkatkan kesadaran berwirausaha sebagai budaya dan mengembangkan kewirausahaan dikalangan  masyarakat.

7.    Perbaikan Iklim Usaha yang lebih Berpihak kepada Koperasi dan UMKM melalui:

a.       Meningkatkan kuatitas Layanan publik yang transparan, akuntabel dan kredibel.

b.       Menyediakan peraturan perundang-udangan yang Lebih berpihak pada Koperasi dan UKM.

 

Sasaran Strategis Kementerian Koperasi dan UKM:

1.       Peningkatan jumlah dan peran Koperasi dan UMKM dalam perekonomian  Nasional dengan:

a.       Meningkatkan Koperasi berkualitas (10%) dan tumbuhnya (5%) jumlah  Koperasi aktif secara Nasional.

b.       Meningkatnya jumlah Koperasi aktif (55%) yang melaksanakan RAT.

c.       Meningkatnya produktifitas UMKM (5%) per tahun.

d.       Meningkatnya sumbangan UMKM dalam pembentukan PDB (6%)  pertahun.

e.       Meningkatnya rata-rata jumlah penyerapan tenaga kerja Koperasi dan UMKM sebesar (5%) per tahun.

f.        Meningkatnya rata-rata nilai investasi Koperasi dan UMKM sebesar 10% per tahun.

g.       Meningkatnya nilai ekspor produk UMKM (15%) per tahun.

2.       Peningkatan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM dengan:

a.       Meningkatnya jumlah SDM Koperasi dan UMKM yang mengikuti Diklat.

b.       Terselenggaranya diklat kewirausahaan bagi para sarjana calon wirausaha.

c.       Meningkatnya jumlah tempat praktek keterampilan usaha pada lembaga pendidikan pedesaan.

d.       Tumbuh dan berkembangnya Lembaga diklat bagi Koperasi dan UMKM.

e.       Tersedianya model-model praktek terbaik (best practices) internasional bagi pemberdayaan Koperasi.

f.        Berkembangnya Koperasi dan UMKM dalam penerapan Informasi Teknologi dan teknologi tepat guna.

g.       Pengembangan kemitraan Koperasi dan UMKM dengan pelaku  usaha melalui Meningkatnya jumlah dan kualitas kemitraan usah

3.       Meningkatkan daya saing produk Koperasi dan UMKM dengan:

a.       Meningkatnya penggunaan produk Koperasi dan UMKM dalam negeri.

b.       Menjaga 65% pangsa pasar Koperasi dan UMKM di bidang bisnis retail.

c.       Meningkatnya ekspor non migas UMKM sehingga pangsa terhadap ekspor non migas nasional minimal sebesar 20% pertahun.

4.       Peningkatan pemasaran produk Koperasi dan UMKM dengan:

a.       Tumbuh dan berkembanganya trading house di seturuh Provinsi.

b.       Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana produksi dan pemasaran.

c.       Meningkatnya promosi produk Koperasi dan UMKM.

d.       Meningkatnya jumlah dan kualitas warung retail modern milik Koperasi dan UMKM.

e.       Memperkuat pemasaran produk Koperasi dan UMKM di sentra-sentra termasuk daerah tertinggal, terisolir dan  perbatasan.

f.        Mewujudkan Smesco UKM menjadi Icon Industri Kreatif dan pemberdayaan Koperasi dan UMKM Nasional.

5.       Penyediaan akses pembiayaan dan penjaminan bagi Koperasi dan UMKM dengan:

a.       Tersedianya SKIM pembiayaan yang mudah, terjangkau dan cepat, dan penjaminan bagi Koperasi dan UMKM.

b.       Meningkatnya jumlah dan kualitas KSP/USP dan Lembaga pembiayaan lainnya.

c.       Meningkatnya penyelenggaraan, pengembangan dan pengawasan KSP/USP.

d.       Memperkuat permodalan bagi produk Koperasi dan UMKM di sentra-sentra termasuk daerah tertinggal, terisolir dan  perbatasan.

6.       Perbaikan iklim usaha yang lebih berpihak pada Koperasi dan UMKM dengan:

a.       Terselenggaranya penataan birokrasi dan tata ketota pemerintahan yang efektif, efisien dan bertanggung jawab.

b.       Tersedia dan terlaksananya peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang berpihak pada pemberdayaan Koperasi dan UMKM.

c.       Terciptanya keselarasan program dan kegiatan dalam pemberdayaan Koperasi dan UKM melalui koordinasi lintas  sektoral di tingkat pusat, Provinsi, Kabupaten dan Kota.

d.       Tersedianya kajian dasar, kebijakan dan terapan yang prospektif dalam pemberdayaan Koperasi dan UMKM.

7.       Pengembangan wirausaha Koperasi dan UKM baru dengan:

a.       Terciptanya 5.000 wirausaha baru dan kalangan sarjana.

b.       Tersedianya modul-modul untuk meningkatkan kesadaran berwira-usaha.

Renstra Kementerian Perdagangan

Visi Kementerian Perdagangan adalah  ” Perdagangan  Sebagai  Sektor  Penggerak  Pertumbuhan  dan  Daya saing Ekonomi serta  Pencipta  Kemakmuran Rakyat Yang Berkeadilan”.  Visi tersebut  dijabarkan ke dalam Misi sebagai berikut :
a.    Meningkatkan kinerja ekspor nonmigas secara berkualitas.
b.    Menguatkan pasar dalam negeri.
c.    Menjaga  ketersediaan  bahan  pokok  dan  penguatan  jaringan  distribusi nasional.

Adapun Tujuan Strategis yang ingin diwujudkan adalah :

a.    Peningkatan  akses  pasar  ekspor  dan  fasilitasi perdagangan luar negeri untukmengurangi ketergantungan   pasar   tujuan ekspor ke negara tertentu dan meningkatkan kelancaran arus barang ekspor dan impor.

b.    Perbaikan iklim usaha perdagangan luar negeri yang berorientasi pada pelayanan publik yang optimal.

b)       Peningkatan daya saing ekspor melalui peningkatan kualitas produk ekspor dan peningkatan citra produk ekspor Indonesia di pasar global.

c)       Peningkatan peran dan kemampuan diplomasi perdagangan internasional untuk memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia dalam forum multilateral, regional, bilateral yang penuh tantangan dan kompleksitas.

d)       Perbaikan iklim  usaha  perdagangan  dalam  negeri  dengan  melakukanreformasi birokrasi dan harmonisasi kebijakan perdagangan dalam negeri       dipusat dan di daerah.

e)       Peningkatan  kinerja  sektor  perdagangan  dan  ekonomi  kreatif  melalui fasilitasi promosi dan penciptaan kebijakan perdagangan yang sesuai.

f)        Peningkatan  perlindungan   konsumen   dan pengamanan  pasar  dalam negeri sehingga  masyarakat  terhindar  dari  produk-produk yangme            nyebabkankerugian,membahayakan  kesehatan,  keamanan  dan   ke         selamatan konsumen serta produsen dalam negeri terhindar dari praktek perdagangan tidak sehat.

g)       Stabilisasi  dan  penurunan  disparitas harga  bahan  pokok di Indonesia,       sehingga daya beli masyarakat terhadap bahan pokok dapat terjaga.

h)       Penciptaan jaringan distribusi yang efisien melalui penciptaan sarana dan kebijakan distribusi serta layanan logistik yang mendukung dan sinergis.

   Berdasarkan  telaahan  terhadap  substansi pokok dari Renstra Kementerian Perdagangan di atas,  maka sebagian besar kebijakan relatif selaras dengan kebijakan Dinas Koperasi, UKM, Perindag Kabupaten Klungkung. Kebijakan dan program yang perlu memperoleh penajaman adalah :

a)   Penciptaan jaringan distribusi yang efisien melalui penciptaan sarana dankebijakan distribusi serta layanan logistik yang mendukung dan sinergis. Masalah sekaligus potensi yang dimiliki Kabupaten Klungkung adalah tersedianya sarana prasarana perdagangan yang memadai sesuai dengan Visi Jangka Panjang Kabupaten Klungkung. Secara kongkrit dirasakan masih terbatasnya pasar tradisional baik secara kuantitas maupun kualitas, serta sebarannya. Selain itu, Kabupaten Klungkung berpotensi sebagai pusat perdagangan di Bali Timur,sehingga bisa memperkuat jaringan distribusi baik untuk keperluan lokal maupun regional.

b)    Perbaikan iklim usaha perdagangan dalam negeri dengan melakukan reformasi birokrasi dan harmonisasi kebijakan perdagangan dengan pusat. Diskoperindag Kabupaten Klungkung perlu terus melakukan reformasi birokrasi khususnya terkait dengan peningkatan kualitas pelayanan publik sehingga menjadi factor terwujudnya iklim usaha yang kondusif bagi usaha perdagangan. Pelayanan publik yang berstandar harus terus diupayakan sinergi dengan target Renstra Kemendag dengan target waktu pelayanan yang makin dipercepat. Selain itu perlu ditunjang oleh regulasi lokal yang memberikan daya tarik berusaha tanpa mematikan usaha lain yang sudah ada dan tidak bertentangan dengan kebijakan Pusat.

c)    Peningkatan kinerja sektor perdagangan dan ekonomi kreatif melalui fasilitasi promosi dan penciptaan kebijakan perdagangan yang sesuai. Program pemberdayaan ekonomi kreatif perlu memperoleh perhatian serius karena terbukti besar potensinya bagi pengembangan ekonomi masyarakat. Ditunjukkan oleh kontribusinya yang besar terhadap PDRB daerah, ekonomi kreatif sangat potensial dikembangkan di Kabupaten Klungkung yang lebih mengandalkan sumberdaya manusia sebagai modal dasar pembangunannya.

 

Renstra Kementerian Perindustrian

Visi Kementerian Perindustrian adalah “Pemantapan daya saing basis industri manufaktur yang berkelanjutan serta terbangunnya pilar industri andalan masa depan”. Adapun misinya ada 7, yaitu :

a)    Mendorong peningkatan nilai tambah industri;

b)    Mendorong peningkatan penguasaan pasar domestik dan internasional;

c)    Mendorong peningkatan industri jasa pendukung;

d)    Memfasilitasi penguasaan teknologi industri;

e)    Memfasilitasi penguatan struktur industri;

f)    Mendorong penyebaran pembangunan industri ke luar pulau Jawa;

g)    Mendorong peningkatan peran IKM terhadap PDB.

Berdasarkan misi tersebut, ditetapkan sasaran strategis sebagai berikut:

a.    Tingginya nilai tambah industri.

b.    Tingginya penguasaan pasar dalam dan luar negeri.

c.    Kokohnya faktor-faktor penunjang pengembangan industri.

d.    Tingginya kemampuan inovasi dan penguasaan teknologi Industri.

e.    Kuat, lengkap, dan dalamnya struktur industri.

f.     Tersebarnya pembangunan industri.

g.    Meningkatnya peran industri kecil dan menengah terhadap PDB.

Untuk   mewujudkan  sasaran   tersebut, ditetapkan   program yang relevan dengan   kebijakan  Kabupaten   Klungkung, yaitu :Program Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Kecil dan Menengah. Program ini dijabarkan ke dalam berbagai rencana aksi, yaitu :

1.            Pengembangan Klaster Industri Kecil dan Menengah Tertentu;

2.            PengembanganIndustriKreatif;

3.            Pengembangan IKM melalui pendekatan OVOP;

4.            Pengembangan Kewirausahaan.

 

Telaah terhadap Arah Kebijakan Provinsi Bali

Berdasarkan analisis kekuatan dan potensi yang ada serta memperhatikan ketersediaan pendanaan pembangunan maka arah kebijakan yang diwujudkan dalam pelaksanaan prioritas program tahun 2013-2018 terutama yang menjadi arahan kebijakan ekonomi Provinsi Bali adalah terkait dengan Misi 3 Program Pembangunan Bali Mandara yaitu : Mewujudkan Bali yang Sejahtera dan Sukerta lahir Batin.

Arah Kebijakan Pembangunan untuk melaksanakan Misi ke 3 (Mewujudkan Bali yang Sejahtera dan Sukerta lahir Batin) meliputi beberapa program utama, program utama yang terkait di Bidang Perhubungan, Komunikasi dan Informatika yaitu : Mengembangkan prasarana transportasi, informasi & Komunikasi terutama di Bali Utara, Bali Barat dan Bali Timur.

 

Telaah terhadap Arah Kebijakan Kabupaten Klungkung

Diskoperindag Kabupaten Klungkung

Rencana Kerja (Renja) Diskoperindag Kabupaten Klungkung 2016 

 

Berdasarkan pada visi dan misi Pembangunan Daerah Kabupaten Klungkung Tahun 2013-2018, maka disusun tujuan pembangunan selama 5 (lima) tahun ke depan yang dirumuskan berdasarkan hasil dari analisis lingkungan strategis dan penetapan pokok-pokok strateginya.

Arah Kebijakan Pembangunan di Pemerintah Kabupaten Klungkung yang mencakup terhadap tupoksi Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan yaitu termasuk dalam misi ke-3yaitu Peningkatan kesejahteraan sosial melalui pemberdayaan ekonomi masyarakatdan misi ke-4 yaitu meningkatkan perekonomian yang berbasis kerakyatan dengan mengedepankan konsepsi kemitraan.

Berdasarkan misi ke-3 dan ke-4yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Klungkung dan dijabarkan menjadi Tujuan dan sasaran yang menjadi salah satu bagian Tupoksi Diskoperindag Kabupaten Klungkung yaitu meliputi :

Tujuanmisi 3:

1.   Penguatan pelayanan, kemandirian dan jaringan kerjasama lembaga ekonomi berbasis masyarakat, dengan sasaran :

1. Meningkatnya peran koperasi dalam pembangunan daerah melalui penguatan modal seluruh koperasi berjenjang hingga 30% modal seluruh koperasi selama 5 tahun.

2. Meningkatnya produktivitas sektor usaha produktif masyarakat melalui peningkatan insentif pelatihan keterampilan dan jaringan pemasaran bagi ekonomi berbasis masyarakat.

2.   Meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakatdengan sasaran:

1. Meningkatknya kualitas dan efektifitas usaha kesejahteraan sosial masyarakat menjadi 40 % dalam waktu 5 tahun mendatang..

2. Meningkatnya daya saing dan produktivitas sektor usaha produktif melalui pemberian insentif potongan bunga pinjaman sebesar 25% yang diperuntukan modal usaha.

 

Tujuanmisi 4:

1.   Mewujudkan karakter ekonomi kerakyatan yang handal dengan iklim kemitraan yang harmonis, dengan sasaran :

1. Meningkatnya peran UMKM dan Koperasi  dan lembaga usaha mikro lainnya melalui penguatan usaha dan pengembangan indutri kecil.

2. Meningkatnya sektor usaha ekonomi yang berbasis ekonomi kerakyatan.

3.  Terwujudnya UMKM dan usaha sektor ekonomi kreatif lainnya yang unggul dan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui pemberian insentif pengembangan usaha bagi lembaga keuangan kecil dan mikro.

4.  Meningkatnya usaha perdagangan melalui penentuan standar harga minimal.

5.  Terwujudnya Usaha mikro, kecil dan menengah yang tangguh, mandiri melalui peningkatan kemitraan usaha kecil, menengah dengan pengusaha besar maupun antar daerah denganjalan pengembangan bapak usaha  angkat.

6.  Terwujudnya sinergitas antar usaha kecil-menengah/besar melalui  kemitraan dan kerjasama yang kuat antar pelaku usaha sebagai kekuatan ekonomi baru.

 

3.2    Tujuan dan Sasaran Renja SKPD Diskoperindag Kabupaten Klungkung

Rencana Kerja (Renja) Diskoperindag Kabupaten Klungkung Tahun 2016

 

Berdasarkan pada Visi dan Misi Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klungkung yang tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) Diskoperindag 2013-2018. maka disusun tujuan pembangunan di Diskoperindag selama 5 (lima) Tahun ke depan yang dirumuskan berdasarkan hasil dari analisis lingkungan strategis dan penetapan pokok-pokok strateginya. Tujuan dalam hal ini merupakan implementasi pernyataan misi yang kan di capai dalam 5 (lima) tahun mendatang, sedangkan sasaran merupakan penjabaran dari tujuan. Adapun tujuan dan sasaran dari masing-masing misi dan target Kinerja di tahun 2016 seperti yang di tampilkan pada Tabel 3.1.

Tabel 3.1 Tujuan dan Sasaran Diskoperindag Tahun 2016

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.3.   Program dan Kegiatan

Pencapaian target kinerja yang ditentukan di tahun 2016 akan dicapai dengan merencanakan beberapa program dan kegiatan. Pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan mampu membawa Diskoperindag mencapai kinerja yang baik sehingga dapat menjawab tantangan seperti yang diamanatkan RPJMD Kabupaten Klungkung 2013-2018. Detail program dan kegiatan yang direncanakan di tahun 2016 disampaikan pada Tabel 3.3.

Tabel. 3.3.

Rumusan Rencana Program dan Kegiatan SKPD Tahun 2016

dan Prakiraan Maju Tahun 2017

Diskoperindag Kabupaten Klungkung

 

 

Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan pada Tahun 2016 melaksanakan 3 Bidang Urusan dengan Total Pendanaan APBD Tahun 2016 sebesar Rp. 11.499.285.683,00 dengan 7 Program dan 28 Kegiatan.

Bidang Urusan Wajib Koperasi pada Tahun 2016 dilaksanakan dalam 6 Program dan 21 Kegiatan dan alokasi anggaran belanja langsung sebesar Rp. 2.501.873.618,00 kemudian Bidang Urusan Perdagangan pada Tahun 2016 dilaksanakan dalam 4 Program dan 5 Kegiatan dengan alokasi anggaran sebesar Rp 8.733.807.930,00 dan Bidang Urusan Industri dengan 2 Program dan 2 Kegiatan alokasi anggaran sebesar Rp. 263.604.135,00.

Pendanaan yang dibutuhkan pada Tahun 2016 dengan menyesuaikan dengan kebutuhan yang Riil/sebenarnya berdasarkan analisa kebutuhan maka terdapat beberapa Program dan Kegiatan yang tidak sesuai dengan Perencanaan dalam RKPD, hal tersebut dikarenakan analisa kebutuhan anggaran yang kurang tepat, yaitu terdapat rumusan program dan kegiatan baru yang tidak terdapat dalam Rancangan Awal RKPD atau program dan kegiatan cocok namun besarannya berbeda.

Untuk menjaga efektivitas pelaksanaan program dan kegiatan Tahun 2016 Diskoperindag Kabupaten Klungkung melaksanakan pemantauan pelaksanaan kegiatan, melakukan koreksi yang diperlukan dan melaporkan hasil-hasil pemantauan secara berkala sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

Sesuai dengan Peraturan Dalam Negeri No. 54 Tahun 2010, Renstra dijabarkan ke dalam Rencana Kerja Tahunan yang didalamnya memuat target kinerja yang hendak dicapai ditahun rencana. Untuk memenuhi kewajiban tersebut, Diskoperindag Kabupaten Klungkung menyusun Rencana Kerja Tahunan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Tahun 2016. Dalam Rencana Kerja tersebut diuraikan target Dinas Koperasi , UKM, Perindustrian dan Perdagangan di tahun 2016 serta besar dana yang dibutuhkan dalam mencapai target tersebut.

Ditahun 2016 Dinas Koperasi , UKM, Perindustrian dan Perdagangan merencanakan beberapa target sesuai dengan Rencana Strategis (RENSTRA) Diskoperindag 2013-2018. Semakin berdayanya sumber daya manusia serta ketersediaan sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor penting pencapaian di tahun rencana. Pencapaian target kinerja yang ditentukan di tahun 2016 akan dicapai dengan merencanakan beberapa program dan kegiatan. Pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan mampu membawa Dinas Koperasi , UKM, Perindustrian dan Perdagangan mencapai kinerja yang baik sehingga dapat menjawab tantangan seperti yang diamanatkan RPJMD Kabupaten Klungkung 2013-2018.

Pencapaian rencana target kinerja tentu membutuhkan dana yang akan digunakan untuk membiayai kegiatan yang direncanakan di tahun 2016. Kebutuhan pendanaan Diskoperindag 2016 adalah sejumlah Rp. 11.499.285.683,00 (Sebelas milyar empat ratus sembilan puluh sembilan juta dua ratus delapan puluh lima ribu enam ratus delapan puluh tiga rupiah). Dana tersebut akan digunakan membiayai beberapa program dan kegiatan di Diskoperindag Kabupaten Klungkung.

 

Tabel
Rumusan Perubahan Rencana Program dan Kegiatan SKPD Tahun 2016 dan Prakiraan Maju Tahun 2017
Kabupaten Klungkung
                     
Nama SKPD : Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klungkung          
Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan Program/Kegiatan Indikator Kinerja Program/Kegiatan Rencana Tahun 2016 Prakiraan Maju Rencana Tahun 2017
Lokasi Target Capaian Kinerja  Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif  Target Capaian Kinerja  Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif 
1 2 3 4 5  6  8                             9
                     
1 15     DINAS KOPERASI, UKM, PERINDAG                          2.501.873.618            2.752.060.980
1 15     URUSAN WAJIB KOPERASI DAN UKM                          2.501.873.618            2.752.060.980
1 15 01   Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Persentase terpenuhinya kebutuhan pelayanan administrasi perkantoran   100%                       844.327.530 100%             928.760.283
1 15 01 02 Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik. Jumlah bulan tersedianya jasa komunikasi, air dan listrik  Kab. Klungkung 12 bulan                        62.820.000 12 bulan              69.102.000
1 15 01 07 Penyediaan jasa administrasi Keuangan  Jumlah bulan tersedianya jasa administrasi keuangan    12 bulan                       173.747.900 12 bulan             191.122.690
1 15 01 10 Penyediaan alat tulis kantor Jumlah bulan tersedianya alat tulis kantor    12 bulan                        25.949.200 12 bulan              28.544.120
1 15 01 11 Penyediaan barang cetak dan pengadaan  Jumlah bulan tersedianya barang cetak dan penggandaan   12 bulan                        24.744.000 12 bulan              27.218.400
1 15 01 12 Penyediaan komponen instalasi listrik / penerangan bangunan kantor  Jumlah bulan tersedianya komponen instalasi listrik / penerangan bangunan kantor    12 bulan                          1.360.000 12 bulan                1.496.000
1 15 01 14 Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor Jumlah bulan tersedianya peralatan dan perlengkapan kantor   12 bulan                        47.100.000 12 bulan              51.810.000
1 15 01 16 Penyediaan bahan logistik kantor  Jumlah bulan tersedianya bahan logistik kantor   12 bulan                        26.080.000 12 bulan              28.688.000
1 15 01 17 Penyediaan makanan dan minuman Makan dan snack di sekretariat   8 kali                        20.480.000 8 kali              22.528.000
1 15 01 18 Rapat - rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah  Persentase terselenggaranya perjalanan dinas   100%                       190.190.000 100%             209.209.000
1 15 01 19 Penyediaan jasa tenaga pendukung administrasi / teknis Perkantoran  Jumlah bulan tersedianya jasa tenaga pendukung administrasi / teknis perkantoran    12 bulan                       271.856.430 12 bulan             299.042.073
                     
1 15 02   Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Persentase terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana   100%                       573.884.480 100%             631.272.928
1 15 02   Pengadaan perlengkapan gedung kantor Persentase Tersedianya perlengkapan gedung kantor Kab. Klungkung 100%                          9.050.000 100%                9.955.000
1 15 02   Pengadaan peralatan gedung kantor Persentase tersedianya peralatan kantor   100%                        46.642.480 100%              51.306.728
1 15 02 22 Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor Jumlah bulan terpeliharanya gedung kantor   12 bulan                       105.572.000 12 bulan             116.129.200
1 15 02 24 Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas /operasional Jumlah bulan terpeliharanya kendaraan dinas   12 bulan                       375.070.000 12 bulan             412.577.000
  • Dibaca: 735 Pengunjung
Kontak Kami
Statistik Pengunjung
058410
Pengunjung
Hari ini: 56
Minggu ini: 283
Bulan ini: 940

Total pengunjung: 16.497
Online: 1


Media Sosial